IndozBerita -Sebuah kapal motor milik nelayan Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terguling diterjang ombak. Akibat peristiwa ini, pemilik perahu Sahlawi, (55) meninggal, sedangkan satu nelayan lain, Abdul Najib (25) hingga kini belum ditemukan.
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini terjadi saat kapal berawak 12 orang berada di Teluk Bawang, Perairan Tongas, Probolinggo. Namun karena terjadi hujan lebat, para nelayan menghentikan kegiatannya dan melepas jangkar.
Beberapa saat kemudian, datang ombak besar menghantam kapal hingga terbalik dan karam. Sejumlah nelayan terlempar ke laut.
Pemilik perahu, Sahlawi (55) tak bisa menyelamatkan diri dan meninggal dunia. Sedangkan satu nelayan bernama Abdul Najib (25), hilang dan belum diketahui nasibnya. Sementara, 10 nelayan berhasil selamat dengan berpegangan pada kapal yang karam. Mereka bertahan hingga bantuan datang.
"Memang cuaca beberapa hari ini buruk. Kemarin sore mulai pukul 16.00 WIB-18.00 WIB terjadi hujan lebat. Banyak perahu kecil pulang. Perahu yang ini, yang kecelakaan bertahan di laut," kata Nur Hamidah, salah seorang warga di pesisir Mlaten, Selasa (23/1/2018) dini hari.
Nur Hamidah dan ratusan warga lainnya sudah berada di pesisir saat mendengar kabar ada perahu karam. Selain menunggu di pantai, sejumlah nelayan menuju ke lokasi perahu karam untuk memberikan pertolongan.
Jasad korban meninggal Sahlawi, berhasil didaratkan sekitar pukul 19.00 WIB. Korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka. Sementara para nelayan yang selamat tampak lunglai karena kelelahan.
"Satu korban masih hilang," ujar Ismail, warga lainnya.
Hingga pukul 09.45 WIB, nasib nelayan yang hilang belum diketahui. Ratusan nelayan berusaha mencari rekannya yang hingga kini belum ditemukan.
Sumber : Detik.com
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa ini terjadi saat kapal berawak 12 orang berada di Teluk Bawang, Perairan Tongas, Probolinggo. Namun karena terjadi hujan lebat, para nelayan menghentikan kegiatannya dan melepas jangkar.
Beberapa saat kemudian, datang ombak besar menghantam kapal hingga terbalik dan karam. Sejumlah nelayan terlempar ke laut.
Pemilik perahu, Sahlawi (55) tak bisa menyelamatkan diri dan meninggal dunia. Sedangkan satu nelayan bernama Abdul Najib (25), hilang dan belum diketahui nasibnya. Sementara, 10 nelayan berhasil selamat dengan berpegangan pada kapal yang karam. Mereka bertahan hingga bantuan datang.
"Memang cuaca beberapa hari ini buruk. Kemarin sore mulai pukul 16.00 WIB-18.00 WIB terjadi hujan lebat. Banyak perahu kecil pulang. Perahu yang ini, yang kecelakaan bertahan di laut," kata Nur Hamidah, salah seorang warga di pesisir Mlaten, Selasa (23/1/2018) dini hari.
Nur Hamidah dan ratusan warga lainnya sudah berada di pesisir saat mendengar kabar ada perahu karam. Selain menunggu di pantai, sejumlah nelayan menuju ke lokasi perahu karam untuk memberikan pertolongan.
Jasad korban meninggal Sahlawi, berhasil didaratkan sekitar pukul 19.00 WIB. Korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka. Sementara para nelayan yang selamat tampak lunglai karena kelelahan.
"Satu korban masih hilang," ujar Ismail, warga lainnya.
Hingga pukul 09.45 WIB, nasib nelayan yang hilang belum diketahui. Ratusan nelayan berusaha mencari rekannya yang hingga kini belum ditemukan.
Sumber : Detik.com
