IndozBerita - Polisi memastikan akan mengusut penyebab kasus tewasnya 2 bocah saat acara pembagian sembako di Monas, Sabtu (28/4). Kasus tewasnya 2 bocah tersebut kini ditangani Polda Metro Jaya.
Kasus ini pun menarik perhatian publik. Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta polisi untuk mengusut kasus ini.
Kejadian ini, kata Fadli, menunjukkan tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan pemerintah yang selama ini mengklaim ada penurunan angka kemiskinan.
"Ini menujukan kemiskinan kita semakin luar biasa. Sementara angka-angka yang selalu diklaim pemerintah terjadi penurunan kemiskinan," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut berkomentar soal kematian dua bocah di Monas, Jakarta Pusat yang diduga akibat terinjak-injak saat pembagian sembako. Menurut Fahri, kasus itu harus diusut tuntas.
"Itu yang saya bilang harus adil melihat persoalan, bagaimana bisa ada peristiwa yang masih misterius, ini peristiwa apa sebetulnya? Tiba-tiba ada orang dibagiin kupon, lalu orang itu datang berduyun-duyun dalam jumlah yang sangat besar, desak-desakan, tidak ada pengaturan lalu ada yang meninggal," ujar Fahri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/5/2018).
Sedangkan Komariah, ibu dari korban tewas bernama Muhammad Rizky Saputra (10), hanya bisa berharap kasus kematian anaknya diusut tuntas. Dia juga meminta klarifikasi pihak kepolisian terhadap tewasnya Rizky.
"Kalau tidak ada itikad baik permohonan maaf, kita akan berupaya mengajukan kasus ini ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam)," kata Komariah saat buat laporan di Bareskrim.
Rizky dan Mahesa meninggal dunia, terkait bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta, Pusat, pada Sabtu (28/4) lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Rizky dan Mahesa tak meninggal karena antrean sembako yang kacau itu.
"Berdasarkan keterangan dokter, kematian dikarenakan suhu badan yang sangat tinggi," kata Argo dalam keterangannnya
Sumber : Detik.com || POJOKQQ
Kasus ini pun menarik perhatian publik. Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta polisi untuk mengusut kasus ini.
Kejadian ini, kata Fadli, menunjukkan tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan pemerintah yang selama ini mengklaim ada penurunan angka kemiskinan.
"Ini menujukan kemiskinan kita semakin luar biasa. Sementara angka-angka yang selalu diklaim pemerintah terjadi penurunan kemiskinan," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut berkomentar soal kematian dua bocah di Monas, Jakarta Pusat yang diduga akibat terinjak-injak saat pembagian sembako. Menurut Fahri, kasus itu harus diusut tuntas.
"Itu yang saya bilang harus adil melihat persoalan, bagaimana bisa ada peristiwa yang masih misterius, ini peristiwa apa sebetulnya? Tiba-tiba ada orang dibagiin kupon, lalu orang itu datang berduyun-duyun dalam jumlah yang sangat besar, desak-desakan, tidak ada pengaturan lalu ada yang meninggal," ujar Fahri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/5/2018).
Sedangkan Komariah, ibu dari korban tewas bernama Muhammad Rizky Saputra (10), hanya bisa berharap kasus kematian anaknya diusut tuntas. Dia juga meminta klarifikasi pihak kepolisian terhadap tewasnya Rizky.
"Kalau tidak ada itikad baik permohonan maaf, kita akan berupaya mengajukan kasus ini ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam)," kata Komariah saat buat laporan di Bareskrim.
Rizky dan Mahesa meninggal dunia, terkait bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta, Pusat, pada Sabtu (28/4) lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Rizky dan Mahesa tak meninggal karena antrean sembako yang kacau itu.
"Berdasarkan keterangan dokter, kematian dikarenakan suhu badan yang sangat tinggi," kata Argo dalam keterangannnya
Sumber : Detik.com || POJOKQQ
